Perolehan laba bersih perseroan ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebanyak 45 persen dan peningkatan pendapatan operasional (Operating Income) 39 persen menjadi masing-masing Rp1,42 triliun dan Rp1,64 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengawali tahun ini dengan tetap menjaga pertumbuhan yang sehat pada portofolio kredit dan simpanan nasabah, di tengah pasar yang penuh tantangan," terang dia.
Rasio kredit bermasalah (Nonperforming loan/NPL) perseroan bertengger di level 1,4 persen (gross) dan 0,8 persen (nett). Jauh di bawah NPL industri perbankan yang menyentuh hampir tiga persen.
"Dengan pengukuran risiko yang efektif dan pengelolaan biaya yang baik, serta pendekatan yang disiplin dalam mengembangkan bisnis, fundamental perseroan terus diperkuat untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan," pungkasnya. (bir/gen)