Sebanyak 20 Bank Siap Nikmati Insentif Pembukaan Jaringan

Christine Nababan, CNN Indonesia | Kamis, 28/04/2016 19:02 WIB
Sebanyak 20 Bank Siap Nikmati Insentif Pembukaan Jaringan Petugas beraktivitas pada ruangan layanan konsumen terintegrasi OJK di Jakarta, Jumat (11/9). (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, sedikitnya 20 bank siap menikmati kebijakan insentif pembukaan jaringan kantor. Sebanayak 20 bank ini masih ingin melakukan ekspansi jaringan kantor, namun terbentur alokasi modal inti yang sudah menyentuh batas maksimum.

Yakni, 13 bank berasal dari kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 1, empat bank BUKU 2, dua bank BUKU 3 dan satu bank BUKU 4. Di antaranya, 15 bank bahkan sudah memasukkan rencana pembukaan kantor baru dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2016.

"Kalau alokasi mereka mentok, mereka tidak bisa lagi ekspansi jaringan kantor. Harus tambah modal kan? Nah, kalau bisa meningkatkan efisiensi, mereka bisa memanfaatkan kebijakan insentif ini lewat pengurangan tambahan modal inti," tutur Mulia E Siregar, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK, Kamis (28/4).


Sekadar informasi, OJK menerbitkan Surat Edaran (SE) OJK tentang Pembukaan Jaringan Kantor Bank Umum berdasarkan Modal Inti. Beleid ini merupakan penyempurnaan dari SE Bank Indonesia Nomor 15/7/DPNP tanggal 8 Maret 2013.

Dalam beleid lama, bank yang berencana melakukan ekspansi jaringan akan terbatasi ruang geraknya. Sementara, dalam beleid baru, bank yang mampu meningkatkan efisiensi mereka bakal memperoleh insentif berupa pengurangan alokasi modal inti.

Efisiensi yang dipersyaratkan OJK, yakni rasio Net Interest Margin (NIM) dibawah 4,5 persen dengan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) maksimum 75 persen untuk bank BUKU 3 dan 4, serta 85 persen untuk bank BUKU 1 dan 2.

"Semakin bank-bank ini efisien, semakin besar insentif yang bisa dinikmati. Yang pasti, paling sedikit diskonnya 40 persen dari alokasi modal inti. Diskonnya makin besar jika NIM-nya jauh dari yang dipersyaratkan. Bank tak perlu menambah alokasi modal inti kalau NIM mereka bisa dibawah 3,2 persen," imbuh Mulia.

Berdasarkan tabel hitung-hitungan OJK, bank BUKU 1 dan 2 dengan NIM 4 persen hingga kurang dari 4,5 persen, menikmati diskon 50 persen dari alokasi modal inti. NIM 3,5-4 persen diskon 60 persen, NIM 3,2-3,5 persen diskon 80 persen dan NIM dibawah 3,2 persen tidak membutuhkan tambahan alokasi modal inti.

Misalnya, Mulia mencontohkan, bank BUKU 1 dan 2 yang memiliki NIM sekitar 4 persen, berarti akan mendapatkan diskon alokasi modal inti hingga 50 persen. Nah, apabila mereka membuka kantor cabang, alokasi modal inti yang awalnya Rp8 miliar menjadi hanya Rp4 miliar. (ags/ags)