Pertamina Dorong Gaikindo Populerkan Lagi Mobil Diesel

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Senin, 02/05/2016 11:48 WIB
Pertamina Dorong Gaikindo Populerkan Lagi Mobil Diesel Penjualan mobil bermesin diesel selama ini tidak menarik karena memiliki kesan konsumsi BBM yang boros. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menemukan momentum untuk meningkatkan kembali penjualan mobil bermesin diesel, setelah PT Pertamina (Persero) meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) Dexlite pada pertengahan bulan lalu. Kandungan cetane number Dexlite yang mencapai angka 51, menurut Gaikindo sangat cocok dengan spesifikasi mobil bermesin diesel produksi masa kini yang membutuhkan BBM dengan standar Euro II.

Sudirman Maman Rusdi, Pembina III Gaikindo mengakui penjualan mobil bermesin diesel selama ini tidak menarik karena memiliki kesan konsumsi BBM yang boros. Akibatnya, sangat sedikit pabrikan otomotif yang berminat meluncurkan produk baru bermesin diesel di Indonesia.

“Mesin-mesin kendaraan diesel di dunia sekarang rata-rata sudah diatas Euro II, bahkan Euro IV, V dan VI,” kata Sudirman, dikutip Senin (2/5).


Mantan Ketua Umum Gaikindo mencatat, kontribusi penjualan mobil bermesin diesel hanya sekitar 20 persen terhadap total penjualan mobil di Indonesia. Itu pun didominasi oleh bus dan truk.

“Sekarang dengan Pertamina menjual BBM berstandar Euro II, harapannya kendaraan bermesin diesel makin berkembang,” kata Sudirman.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, perusahaannya berencana menurunkan kembali harga Dexlite dari harga saat ini Rp6.750 per liter. Wianda menyebut saat ini Pertamina tengah menegosiasikan pembelian FAME lebih banyak untuk memproduksi Dexlite.

“Jika nanti kita sukses menurunkan harga dari hasil negosiasi FAME, pasti harga akan turun lagi dan konsumsi masyarakat makin bertambah,” kata Wianda.

Ia berpendapat, konsumsi BBM khusus mobil diesel di Indonesia terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi BBM yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

“Kita sebelumnya punya Pertamina Dex tapi harganya terlalu tinggi. Bio solar, cetane number-nya masih rendah yakni 48. Karena itu kita luncurkan Dexlite dengan cetane number 51,” ungkapnya.

Dexlite, yang mulai dipasarkan Pertamina pada 15 April lalu memiliki kandungan sulfur maksimal 1.200 ppm atau lebih tinggi dibandingkan dengan solar dengan angka cetane number 48 dan kandungan sulfur maksimal 3.500 ppm. Sementara, Pertamina Dex yang dikenal sebagai produk bahan bakar diesel terbaik di Indonesia saat ini, memiliki angka cetane number 53 dengan kandungan sulfur maksimal 500 ppm.

Saat ini Pertamina memasarkan Dexlite di 33 SPBU yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) setelah sebelumnya telah melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada personel SPBU mengenai produk Dexlite. Pada tahap awal, Pertamina menyediakan Dexlite sebanyak 10 kiloliter (kl) – 15 kl per hari di masing-masing SPBU. (gen)