Berdasarkan Statistik Lembaga Pembiayaan yang dilansir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total piutang pembiayaan multifinance mencapai Rp369,80 triliun sampai 31 Maret 2015. Pada periode yang sama tahun ini, piutang pembiayannya sebesar Rp364,40 triliun.
Lini bisnis sewa guna usaha menjadi biang kerok negatifnya pembiayaan perusahaan multifinance. Piutang pembiayaan kegiatan ini tercatat turun 9,73 persen, yakni dari Rp114,22 triliun menjadi hanya Rp103,10 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naiknya laba tersebut, ditopang oleh total pendapatan yang dikantongi perusahaan multifinance sebesar Rp22 triliun atau naik 4,51 persen. Peningkatan pendapatan terutama berasal dari pendapatan operasional yang tembus Rp20,98 triliun.
Sementara, total beban yang dikeluarkan industri multifinance relatif stagnan. Yakni, dari Rp17,24 triliun per kuartal I 2015 menjadi sebesar Rp17,83 triliun pada periode yang sama tahun ini. (gen)