"Untuk Tuban memang Rosneft dan Aramco yang paling kuat," ujar Sudirman ditemui di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Rabu (4/5).
Ia melanjutkan, keputusan pemenang lelang itu diharapkan bisa diambil dalam waktu dekat. Pemerintah bersama Pertamina, tambahnya, tak ingin realisasi pembangunan GRR Tuban menjadi lebih lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kedua perusahaan tersebut, proyek kilang GRR Tuban ini sebelumnya juga diminati oleh Kuwait Petroleum International, China Petroleum and Chemical Corporation Ltd (Sinopec), konsorsium PTT Global Chemical Plc dan Thai Oil Ltd, dan Indian Oil. Enam proposal ini datang setelah Pertamina melakukan project expose ke sembilan perusahaan pada Desember lalu.
"Dalam pertemuan kemarin mereka tidak hanya menawarkan bekerjasama di kilang, tapi juga membuka kesempatan bagi kami untuk share upstream di Rusia. Itu nantinya akan memperbaiki kemampuan produksi upstream di sini dan akan berpengaruh dalam membangun energy security nasional ke depan," jelas Dwi ditemui di Raja Ampat, Papua Barat, pekan lalu. (gir)