Gabung Pertamina, PGN Usul Tukar Guling Saham Pertagas

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Rabu, 11/05/2016 18:30 WIB
Gabung Pertamina, PGN Usul Tukar Guling Saham Pertagas Dirut PGN Hendi Prio Santoso (kiri) PGN mengusulkan rights issue yang hasilnya akan ditukar guling dengan kepemilikan Pertagas oleh PT Pertamina (Persero). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengusulkan tukar guling saham yang dipegang investornya dengan saham PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai bagian dari rencana pemerintah membentuk holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor energi.

Hendi Prio Santoso, Direktur Utama PGN mengemukakan usul tersebut telah dibicarakan dengan Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas perusahaan. Sementara kepada investor publik, penjelasan akan disampaikan melalui roadshow bersamaan dengan penawaran saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue).

Rights issue itu nanti hasilnya akan ditukar guling dengan kepemilikan Pertagas dari PT Pertamina (Persero), ini merupakan salah satu opsi pembentukan holding BUMN energi,” ujar Hendi, Rabu (11/5).


Meski telah menyodorkan opsi tersebut kepada pemerintah, namun Hendi mengaku belum membicarakannya lebih lanjut dengan manajemen Pertamina yang akan menjadi induk usaha PGN nanti.

“Kami akan ikuti arahan dan ketentuan pemerintah. Hari ini ada rapat koordinasi dengan Kementerian BUMN, dulu sudah ada diskusi tahap awal. Yang kami harapkan bagaimana bentuknya, harus ada hasil yang positif dan bermanfaat bagi stakeholder,” jelasnya.

Dalam agenda pertemuan hari ini, hal utama yang akan dibahas antara lain administrasi pembentukan holding tersebut mulai dari proses, aspek finansial, legal, sumber daya manusia (SDM), dan aspek sosial lainnya.

Selanjutnya, kata Hendi, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan rights issue jika memang diputuskan menjadi salah satu alternatif melebur ke dalam Pertamina.

“Itu salah satu opsi dari Menteri BUMN juga. Mohon bersabar dulu, karena mekanisme detilnya belum final. Nanti pada waktunya pasti ada dari kementerian dan perusahaan terkait menyampaikan keterbukaan informasi atas saham publik itu,” jelasnya. (gen)