Basuki alias Ahok merapat ke Menteri Rini setelah berbeda pendapat dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan soal standar lebar rel yang akan digunakan. Karena permasalahan itu, Jonan menolak untuk melanjutkan proyek LRT tersebut.
Karenanya, Ahok akan meminta dukungan Menteri BUMN guna memastikan komitmen PT Adhi Karya untuk melanjutkan proyek kemitraan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok menilai pertemuan ini penting untuk membicarakan proyek yang akan diambil alih oleh Adhi Karya dari Kementerian Perhubungan. Menurutnya, ptoyek ini harus tetap dengan seizin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena beberapa koridor berada di wilayah Ibu Kota.
Sebelumnya, Menteri Jonan menegaskan tidak akan meneruskan proyek LRT karena ingin menggunakan rel dengan lebar 1067 milimeter (mm). Namun, Ahok menentang keinginan tersebut. Dia ingin memakai rel dengan ukuran 1435 mm yang berstandar internasional.
"Kami kan memilih yang standar. Kami berdebat soal teknisnya. Menhub merasa dia mau pakai standar yang sempit," kata Ahok.
Ahok berpendapat rel dengan ukuran sempit tidak cocok digunakan untuk LRT yang berada di atas. Sementara, Jonan beranggapan rel yang ia tawarkan memiliki harga yang jauh lebih murah.
Menurut Ahok, permasalahan LRT ini masih menunggu keputusan rapat terbatas oleh Presiden Joko Widodo yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. (ags)