"Kami tertarik. Saat ini kami sudah punya strategi tapi belum bisa di-sharing. Mungkin satu atau dua bulan lagi kami akan buka," ungkap Presiden Direktur Saratoga Investama Sedaya Michael W.P. Soeryadjaya, Rabu (15/6).
Direktur Saratoga Investama Sedaya Andi Esfandiari menjelaskan bahwa rencana investasi di sektor e-commerce sudah memasuki pembahasan di level medium stage. Di mana, Saratoga berniat untuk menanamkan investasi di salah satu e-commerce lokal tanah air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi Saratoga Investama telah mencatat Nilai Aktiva Bersih (NAB) sebesar Rp14,8 triliun dari 22 perusahaan investasi hingga kuartal I 2016. Raihan ini naik dari total NAB sebesar Rp13,3 triliun yang merupakan capaian kuartal IV 2015.
Selain itu, pada kuartal I tahun ini, Saratoga Investama mengurangi beban utang dengan membeli kembali exchangeable bonds melalui Delta Investment Horizon Ltd. sebesar US$17,3 juta.
Dengan aksi tersebut, guaranteed exchangeable bonds yang masih terutang sebesar US$82,7 juta dari total US$100 juta.
Dari sisi kinerja keuangan, Saratoga Investama mencatatkan laba bersih senilai Rp235,72 miliar pada kuartal I 2016, atau naik 2.584,73 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp8,78 miliar.
Sementara, beban pokok penjualan dan pendapatan juga turun menjadi Rp206,39 miliar dari sebelumnya Rp793,60 miliar. Adapun salah satu pendongkrak laba bersih perseroan adalah untung selisih kurs mata uang asing senilai Rp140,85 miliar. Pasalnya, pada kuartal I 2015, perseroan mengalami rugi selisih kurs mata uang asing Rp118,38 miliar. (gir/gen)