“Kalau anggaran dikeluarkan di bulan November, multiplier effect-nya cuma dua bulan. Kalau anggarannya sudah dikeluarkan di bulan Maret, April, Mei, multiplier effect-nya bisa delapan, tujuh bulan,” tutur Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara saat ditemui di Gedung DPR, Rabu(15/6).
Berdasarkan data Kemenkeu, realisasi belanja pemerintah hingga akhir Mei mencapai Rp357,4 triliun atau lebih tinggi dibandingkan periode sama pada 2015 sebesar Rp330,2 triliun. Belanja pemerintah meliputi belanja kementerian/lembaga negara (K/L) sebesar Rp179,6 triliun dan belanja non K/L sebesar Rp177,8 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Penyerapan anggaran pemerintah April, Mei kan di atas dari tahun lalu. Itu sumber optimisme kami untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi 5,1 persen atau bahkan jika perekonomian bergerak lebih cepat, maka bisa sampai 5,2 persen,” ujarnya.
Berdasarkan capaian pertumbuhan ekonomi kuartal lalu, 4,92 persen, pemerintah harus berupaya agar rata-rata capaian pertumbuhan kuartal dua sampai empat lebih dari 5,2 persen untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini. (gir)