"Kalau dalam diskusi (dengan DPR), pada intinya pemerintah siap membahas tingkat pertumbuhan yang di bawah 5,3 persen. Kami akan berupaya dengan sebaiknya, tetapi harus mendekatkan dengan realitas," tutur Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Selasa (7/6).
Menurut Bambang, melihat pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini yang hanya sebesar 4,92 persen, maka pertumbuhan ekonomi di kuartal-kuartal berikutnya harus ada yang mencapai di kisaran 5,5-5,6. Sementara, saat ini perekonomian global masih mengalami gejolak perlambatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Bambang menyadari target pertumbuhan ekonomi yang dipasang pemerintah di atas perkiraan berbagai lembaga keuangan internasional yang terus dipangkas seiring perkembangan perekonomian global. Beberapa lembaga yang telah merilis proyeksinya antara lain Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar 4,9 persen, Bank Dunia sebesar 5,1 persen, dan Bank Pembangunan Asia (ADB) sebesar 5,2 persen.
"Pertanian itu kontributor kedua terbesar ke dalam PDB setelah industri pengolahan. Jadi, jika begitu sektor kedua tumbuh hanya separuh dari biasanya, maka itu langsung memberikan pengaruh ke tingkat pertumbuhan triwulan satu kemarin," ujarnya.
Sebelumnya, Bambang secara pribadi telah memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini akan berada di bawah target awal dengan penopang utama berasal dari konsumsi rumah tangga dan investasi.
"Pokoknya saya (pertumbuhan ekonomi 2016) 5,1 persen oke, 5,2 persen oke. Harus di atas 5 persen," ujarnya, Senin(6/6) lalu. (gir)