Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris mengatakan, poin kerja sama ini adalah perluasan kepersertaan sehingga mampu mendongkrak pendapatan premi. Saat ini peserta BPJS Kesehatan tercatat sebanyak 167 juta jiwa dan ditargetkan meningkat menjadi 188 juta pada akhir tahun ini.
"Selama ini mungkin masyrakat yang tidak mampu belum secara keseluruhan mau ikut menjadi anggota BPJS. Tapi untuk yang mampu ini diharapkan meningkat kepesertaanya dan membantu saudara-saudara lain yang sakit," kata Fahmi Rabu (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan ketiga, kita juga mengajak warga NU untuk ikut menjadi peserta BPJS,” tambahnya.
Ketua Umum PBNU K.H Said Aqil Siroj menilai kerja sama tersebut sangat strategis mengingat saat ini basis keanggotan NU memiliki jumlah yang sangat besar.
Sebagai implementasinya, ia mengatakan pada tanggal 27 Juni mendatang, PBNU akan meluncurkan kartu anggota NU (KARTANU) yang akan disebar kepada lebih dari 80 juta anggota NU.
"Nanti dengan memiliki kartu ini para anggota bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dari BPJS kesehatan maupun BPJS ketenagakerjaan," kata Said. (gir)