KIBIF Gandeng KADIN Sosialisasikan Daging Sapi Beku

ANTARA, CNN Indonesia | Senin, 20/06/2016 04:15 WIB
KIBIF Gandeng KADIN Sosialisasikan Daging Sapi Beku Harga daging sapi naik menjadi Rp 90 ribu, sehari sebelumnya harga dipatok Rp 88 ribu di kios pasar PSPT Tebet, Jakarta, Jumat, 3 Juni 2016. Harga bahan pangan dan sembako di pasar tradisional masih tinggi, seperti harga bawang merah, bawang putih, daging sapi, cabai, telur, minyak goreng, dan komoditas lainnya. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Distributor daging sapi dan produk olahan berlabel KIBIF bersama dengan Komite Daging Sapi Jakarta Raya menggelar penjualan daging sapi beku halal berkualitas seharga Rp80.000 per kilogram.

"Penjualan daging sapi beku sehat, higienis, halal bertajuk #RamadhanWithKibif kami gelar bersamaan dengan acara Car Free Day (CFD) di Sarinah Thamrin," ujar Wiryo Subagyo, Direktur Pemasaran PT Estika Tata Tiara, Minggu (19/6).

Wiryo bersama Sarman Simanjorang, Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya Sarman Simanjorang dan Juan Permata Adoe, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengolahan Pangan dan Industri Strategis menuturkan, daging seharga Rp80.000 per kilogram tersebut diserbu warga.


"KIBIF bekerja sama dengan Komite Daging Sapi Jakarta Raya menjual daging sapi halal beku untuk memenuhi permintaan masyarakat Jakarta. Sebab konsumsi daging di Jakarta adalah yang tertinggi di Indonesia," terang Wiryo.

Ia menjelaskan, kebutuhan daging sapi di Jakarta mencapai 640.000 ton, di mana pasokannya bersumber dari daging lokal dan impor. Khusus daging impor, daging beku sebanyak 40 persen dan sisanya adalah sapi hidup.

Sementara itu, konsumen daging sapi beku hanya 15 persen dari total 640 ribu ton pasokan di wilayah Jakarta dan sisanya dikuasai oleh daging sapi segar.

"Penjualan daging sapi beku akan kami lakukan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kami mendukung kebijakan Presiden RI Joko Widodo untuk menjual daging sapi beku seharga Rp80.00 per kilogram," katanya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong menjelaskan, Kementerian Perdagangan akan mensosialisasikan konsumsi daging beku melalui Program Renovasi 1.000 Pasar per tahun.

Menurut Thomas, konsumsi daging sapi beku jauh lebih higienis dibanding daging sapi segar. Dia mencontohkan negara-negara, seperti Jerman, Inggris, Jepang, dan Singapura, butcher shop mereka tidak menjual daging segar yang baru dipotong.

Melainkan, menjual daging yang melalui proses pembekuan, sehingga bakteri perubah warna daging dari merah menjadi biru cepat mati.

Selain itu, sesuai peraturan pemerintah Singapura, temperatur di seluruh ruang pemrosesan daging sapi, suhunya 12 derajat Celcius. "Semua proses daging harus dengan cara dingin agar kualitasnya menjadi lebih baik," pungkasnya. (bir/bir)