Prudential Berencana Sapih Unit Usaha Syariah
CNN Indonesia
Jumat, 24 Jun 2016 11:20 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Prudential Indonesia mengaku sedang mempersiapkan spin off unit usaha syariah (UUS) menjadi perusahaan sendiri. Perusahaan asuransi jiwa yang berbasis di Inggris tersebut akan melakukan spin off saat kontribusi aset syariahnya mencapai 50 persen dari total aset.
“Kami mendukung peraturan pemerintah. Kami akan memenuhi sesuai ketentuan, paling lambat spin off 2024,” ujar Rinaldi Mudahar, Direktur Utama Prudential Indonesia, kemarin malam.
Menurut Rinaldi, pertumbuhan bisnis asuransi syariahnya lebih cepat ketimbang bisnis asuransi konvensional perseroan. Maklum, unit usaha syariah Prudential sendiri baru dimulai sejak 2007 lalu.
Hingga saat ini, aset unit usaha syariah mencapai Rp3 triliun dengan kontribusi premi sebesar Rp2,2 triliun. Apabila dibandingkan dengan total aset yang sebesar Rp56 triliun, berarti porsi aset syariah perseroan baru berkisar enam persen.
Namun demikian, Rinaldi menuturkan, pertumbuhan bisnis Prudential Indonesia sudah berada di jalur yang benar seiring dengan rencana bisnisnya. “Kami bertumbuh sesuai dengan kondisi saat ini. Sesuai harapan,” imbuh dia.
Sebagai informasi, Prudential Indonesia merupakan perusahaan asuransi patungan (joint venture). Perusahaan ini tercatat di urutan nomor wahid dari sisi aset diikuti oleh perusahaan asuransi joint venture lainnya mengungguli perusahaan asuransi jiwa lokal.
Bisnis Prudential Indonesia didominasi oleh produk asuransi jiwa berbalut investasi atau unitlink. Tahun lalu, premi yang dihimpun perseroan mencapai Rp26,9 triliun. Perseroan melayani lebih dari 2,5 juta nasabah melalui 251 ribu tenaga pemasar (agen) di 394 kantor pemasaran mandiri.
“Kami mendukung peraturan pemerintah. Kami akan memenuhi sesuai ketentuan, paling lambat spin off 2024,” ujar Rinaldi Mudahar, Direktur Utama Prudential Indonesia, kemarin malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Rinaldi menuturkan, pertumbuhan bisnis Prudential Indonesia sudah berada di jalur yang benar seiring dengan rencana bisnisnya. “Kami bertumbuh sesuai dengan kondisi saat ini. Sesuai harapan,” imbuh dia.
Bisnis Prudential Indonesia didominasi oleh produk asuransi jiwa berbalut investasi atau unitlink. Tahun lalu, premi yang dihimpun perseroan mencapai Rp26,9 triliun. Perseroan melayani lebih dari 2,5 juta nasabah melalui 251 ribu tenaga pemasar (agen) di 394 kantor pemasaran mandiri.