SLFI Resmi Kempit 100 Persen Saham CIMB Sun Life

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Jumat, 01/07/2016 11:15 WIB
SLFI sebelumnya mengantongi 49,10 persen saham CIMB Sun Life. CIMB Group Berhad mengempit 47,34 persen dan Bank CIMB Niaga sebesar 3,56 persen. Sun Life Financial Inc, induk usaha PT Sun Life Financial Indonesia (SLFI), mengambil alih 51 persen saham PT CIMB Sun Life dari CIMB Group Berhad dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lewat transaksi ini, bisnis CIMB Sun Life akan menyatu dengan SLFI. (Dok. Sun Life Financial Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sun Life Financial Inc, induk usaha PT Sun Life Financial Indonesia (SLFI), mengambil alih 51 persen saham PT CIMB Sun Life dari CIMB Group Berhad dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lewat transaksi ini, bisnis CIMB Sun Life akan menyatu dengan SLFI.

SLFI sendiri sebelumnya mengantongi 49,10 persen saham CIMB Sun Life. Sementara, CIMB Group Berhad mengempit 47,34 persen dan PT Bank CIMB Niaga Tbk sebesar 3,56 persen. "Kami sangat gembira untuk melanjutkan langkah dengan menyatukan bisnis kami," ujar Elin Waty, Direktur Utama SLFI, Jumat (1/7).

Dalam peralihan bisnis, nasabah existing CIMB Sun Life akan tetap memiliki akses terhadap berbagai program pengelolaan kekayaan (wealth management) dan solusi asuransi jiwa yang menyeluruh melalui kemitraan SLFI dengan CIMB Niaga di lini bisnis bancassurance.


Pasalnya, SLFI dan CIMB Niaga memperluas kemitraan bancassurance mereka. Ini berarti, meski bisnis asuransi jiwa patungan keduanya telah berakhir, kerja sama dalam mendistribusikan produk masih berlanjut. "Kami memperkuat hubungan kami dengan CIMB Niaga untuk kepentingan para nasabah kami," terang Elin.

Ke depan, perusahaan asuransi jiwa yang berbasis di Kanada tersebut akan fokus dalam penyediaan produk, dan layanan yang inovatif kepada nasabah dan masyarakat. "Potensi pasar asuransi jiwa di Indonesia masih sangat besar dan merupakan pasar prioritas dalam pertumbuhan jangka panjang kami di Asia," imbuh Kevin Strain, Presiden Sun Life Asia.

Hal tersebut dibuktikan perseroan dengan terus menambah investasinya di Indonesia dan Asia. Di Indonesia, kata Kevin, perseroan merogoh kocek US$40 juta untuk meningkatkan jalur distribusi keagenan, mendorong penetrasi pasar online, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap merek dagang SLFI.

"Seiring dengan itu, kami juga meningkatkan kepemilikan kami atas PVI Vietnam di awal tahun ini, di mana transaksi ini juga melambangkan salah satu bentuk investasi untuk memperkokoh pijakan dan jangkauan di pasar-pasar Asia," pungkasnya. (bir/gen)