"Citi siap untuk mengemban tugas dalam menampung dana repatriasi dan menyediakan loket pembayaran dari tax amnesty," ujar Batara Sianturi, Direktur Utama Citi Indonesia, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (5/7).
Batara mengatakan, Citi Indonesia telah menjadi Bank Persepsi sejak tahun 1998 silam. Hingga saat ini, Citi Indonesia masih tercatat sebagai satu dari 10 Bank Persepsi terbesar dari sisi volume.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Layanan Citi E-TAX sebagai salah satu bank pertama yang terintegrasi dengan sistem Modul Penerimaan Negara Generasi Kedua (MPN G2). "Sebagai Bank BUKU 3 di Indonesia dan jaringan di lebih dari 100 negara, Citi siap memberikan nilai tambah kepada mitra dalam proses dana repatriasi," terang Batara.
Atas jasa pelayanan penerimaan setoran penerimaan negara tersebut, Bank Persepsi memperoleh imbalan dari Kementrian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Adapun, besaran imbalan jasa pelayanan penerimaan negara tersebut ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.
Bank umum yang ingin menjadi Bank Persepsi harus mengajukan izin kepada Menteri Keuangan untuk dapat ditunjuk menjadi Bank Persepsi. (bir)