Menko Darmin: Infrastruktur Belum Siap Fasilitasi Pemudik

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Kamis, 07/07/2016 15:47 WIB
Kemacetan parah yang berlangsung di Brebes Timur hingga kini dinilai sebagai hasil dari pembangunan infrastruktur yang selama ini terbengkalai. Foto aerial kendaraan mengantre menuju pertigaan pertemuan antara pintu tol Brebes Timur dan jalur Pantura, Brebes, Jawa Tengah, Selasa (5/7). Empat jalur dari jalan tol tersebut dibuka untuk kendararaan menuju arah Tegal. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai fasilitas infrastruktur yang disediakan oleh negara belum mampu menunjang kegiatan tahunan hari raya seperti mudik. Darmin menyebut kemacetan parah yang berlangsung di Brebes Timur hingga kini merupakan salah satu hasil dari pembangunan infrastruktur yang selama ini terbengkalai.

"Belum. Infrastruktur belum bisa mengatasi persoalan arus mudik dan balik agar tidak menimbulkan macet. Itu belum bisa menjawab," ujarnya saat ditemui di sela acara silaturahmi di rumah dinasnya, Kamis (7/7).

Tol Brebes Timur merupakan proyek rangkaian jalur tol yang masuk dalam paket Tol Trans Jawa yang nantinya berpangkal di Surabaya, Jawa Timur. Namun, sayangnya, pengerjaan proyek ini belum selesai, dan cenderung dipaksakan demi mengejar perayaan Idul Fitri.


Akibatnya, kata Darmin, jalur keluar Tol Brebes Timur dipertemukan dengan jalur daerah Tegal yang lebarnya tidak cukup memadai untuk menampung limpahan kendaraan dari arah Barat. "Kita punya sekarang double track, kita juga punya tol, tetapi tolnya belum nyambung. Ya pantas saja semua kena macet sampai 15 kilo meter," terang dia.

Kendati demikian, menurut Darmin, pembangunan Tol Cipali-Brebes sebagai salah satu kemajuan proyek infrastruktur yang mulai dilanjutkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, masalah pembangunan Tol Trans Jawa ini tidak pernah diselesaikan oleh pemerintahan era sebelumnya.

"Ini warisan lama. Yang dibagi-bagi sejak jaman orde baru, konsesi (jalan tol) sudah dibagi-bagi dan dimiliki oleh banyak orang. Tetapi, ternyata yang garap tidak punya uang," imbuh Darmin.

Kini, pembangunan Tol Trans Jawa akan menjadi fokus Presiden Joko Widodo dalam mengatasi konektivitas antar daerah khususnya untuk menekan biaya logistik. Tol Trans Jawa yang akan dibangun sepanjang kurang lebih 1.000 kilometer tersebut melanjutkan jalan-jalan tol yang sekarang sudah ada.

"Kalau orang yang optimis pasti bilang, tol ini pasti akan selesai. Lebih baik jadi orang optimis daripada pesimis. Memang sekarang belum sanggup. Tapi sekarang sudah dimulai. Ini sudah beberapa ruas mulai dibangun, tetapi belum nyambung," pungkasnya. (bir/bir)