Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi China diramalkan turun menjadi 6,6 persen pada kuartal II 2016, yang merupakan level terendah dalam tujuh tahun terakhir. Prediksi tersebut merupakan hasil jajak pendapat yang dilakukan Reuters terhadap 61 ekonom.
Biro Statistik China, seperti dikutip dari Reuters, mengakui bahwa perekonomian negaranya masih menghadapi tekanan. Namun, capaian pertumbuhan pada paruh pertama tahun ini bisa menjadi pondasi yang baik untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini 6,5 – 7 persen. Pada tahun lalu, perekonomian Negeri Tirai Bambu hanya tumbuh 6,9 persen atau terendah dalam 25 tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi ketika perekonomian China turun sedikit, penurunan demand itu terasa ke seluruh dunia,” ujarnya di kantor pusat BPS, Jumat (15/7).
Secara kumulatif, total defisit neraca dagang Indonesia-China pada paruh pertama tahun ini sebesar US$8,87 miliar.
Peluang Ekonomi
Saat ini, lanjut Sasmito, saatnya bagi pelaku usaha domestik untuk lebih kreatif dalam menyiasati perlambatan perekonomian China. Hal itu dilakukan agar ekspor produk Indonesia bisa lebih diminati di Negeri Tirai Bambu.
Selain meningkatkan kreatifitas, kata Sasmito, eksportir Indonesia juga harus meningkatkan kualitas produk. Tak hanya itu, eksportir nasional juga dituntut untuk jeli dalam melihat segmentasi pasar yang berbeda di setiap daerah di China. Sebagai contoh, ekspor barang bernuansa Islami bisa diperbanyak ke Propinsi Xinjiang yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
“Kemudian, untuk wilayah Beijing dan Shanghai bisa dimasuki produk high-end. Di daerah utara bisa untuk produk pakaian musim dingin,” ujarnya.
Selama ini, lanjut Sasmito, ekspor Indonesia ke China sebagian besar berupa batubara dan minyak kelapa sawit mentah (CPO). Permintaan keduanya juga menurun seiring perlambatan perekonomian China dalam beberapa tahun terakhir.
Namun demikian, China tetap merupakan pasar potensial untuk produk industri olahan mengingat China merupakan perekonomian kedua terbesar di dunia dan memiliki populasi penduduk terbanyak.
“Penduduk China itu sangat besar, ada 1,2 miliar penduduk. Sayang kalau tidak dimanfaatkan dan dimasuki pasarnya,” ujarnya.
(ags)