Sinar Mas Siapkan Rp16 Miliar untuk 80 Desa Peduli Api

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Sabtu, 23/07/2016 10:29 WIB
Sinar Mas Siapkan Rp16 Miliar untuk 80 Desa Peduli Api Sinar Mas akan memberikan Rp200 juta - Rp270 juta per desa untuk 80 desa yang membantu program pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan. (ANTARA FOTO/HO/Mike).
Jakarta, CNN Indonesia -- Grup Sinar Mas mengalokasikan dana Rp16 miliar sampai Rp21,6 miliar untuk mendanai program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang digagasnya tahun ini. Sinar Mas akan memberikan Rp200 juta - Rp270 juta per desa untuk desa yang membantu program pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan sampai akhir 2016.

Head of Social & Security Sinar Mas Forestry Agung Wiyono menjelaskan setidaknya ada 80 desa di sekitar wilayah hutan produksi milik perusahaan yang akan mendapatkan dana tersebut tahun ini. Dana tersebut diberikan dalam bentuk pelatihan serta pendampingan yang digunakan untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan, permodalan desa untuk penanaman hortikultura, persawahan, peternakan, budidaya dan sejenisnya.

“Parameter pemilihan desa yang masuk kriteria DMPA disesuaikan dengan tujuan program, yakni desa yang kerap kali menjadi sumber konflik, memiliki rekam jejak kebakaran lahan yang tinggi, dan menjadi pusat perambahan serta pembalakan liar," kata Agung, Sabtu (23/7).


Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata mengatakan program DMPA merupakan upaya perusahaan mendukung upaya pemerintah melestarikan lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan. Dalam jangka panjang, Sinar Mas menurutnya akan melibatkan 500 desa dalam program tersebut.

“500 desa tersebar di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur dengan investasi US$10 juta sampai 2020 mendatang. Selain meningkatkan perekonomian masyarakat desa di sekitar hutan konsesi, juga akan mencegah kebakaran dan gangguan hutan lainnya,” kata Suhendra.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam perayaan Puncak Hari Lingkungan Hidup di Siak, Provinsi Riau kembali berpesan kepada pengusaha atas pentingnya keseimbangan lingkungan dan bisnis.

“Hanya kedisiplinan yang dapat menjaga keseimbangan harmoni antara kepentingan alam dan ekonomi," ujar Jusuf Kalla.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar juga menyampaikan apresiasinya kepada pemangku kepentingan daerah yang telah berupaya menyeimbangkan pembangunan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan. (gen)