Rupiah Bergairah Menyambut Kembalinya Sri Mulyani

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Rabu, 27/07/2016 12:20 WIB
Hingga pukul 11.30 WIB, rupiah menguat 0,46 persen menjadi Rp13.114 per dolar sejak sesi awal perdagangan hari ini, Rabu (27/7) Mendengar Sri Mulyani kembali ke pemerintahan, hingga pukul 11.30 rupiah menguat 0,46 persen menjadi Rp13.114 per dolar sejak sesi awal perdagangan hari ini, Rabu (27/7). (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasukkan nama Sri Mulyani Indrawati sebagai anggota baru Kabinet Kerja, menggeser posisi Bambang P.S. Brodjonegoro sebagai Menteri Keuangan. Kabar terpilihnya perempuan yang kini menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia itu langsung direspon positif oleh pasar.

Chief Economist BCA David Sumual mengatakan respon positif para pelaku pasar tercermin dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Tercatat hingga pukul 11.30 WIB, rupiah menguat 0,46 persen menjadi Rp13.114 per dolar sejak sesi awal perdagangan hari ini, Rabu (27/7).

"Saya lihat kabar reshuffle tersebut mempengaruhi penguatan kurs rupiah domestik, padahal secara regional nilai kurs negara-negara lagi tidak bagus," ujar David saat dihubungi, Rabu (27/7).


David mengatakan indikasi terpilihnya Sri Mulyani Indrawati sebagai komandan fiskal baru telah dirasakan pelaku pasar sejak kemarin.

Wanita yang kerap disapa Ani itu dianggap mampu membawa Indonesia melaju di tengah gejolak perekonomian dunia.

"Kelihatannya dari pidato kemarin bagaimana pandangan beliau terhadap perekonomian, saya prediksi kembalinya Sri Mulyani ke Kementerian Keuangan akan berkebalikan dari menteri sebelumnya dan akan lebih konservatif," ujar David.

Wanita terkuat dunia ke-23 versi Majalah Forbes beberapa tahun lalu itu dinilai bakal mampu membawa pasar keuangan Indonesia ke arah yang positif. Dari sisi pengalaman, menurut David, pelaku pasar sudah sangat mengenal rekam jejak wanita sebelumnya juga pernah menduduki kursi Menteri Keuangan. Sehingga tidak perlu lagi diragukan dalam mengelola APBN.

"Pasar sudah tahu track record beliau kredibel independen tahan tekanan. Waktu itu jaman kasus Century dan ribut bursa jatuh, tahun 2008, beliau sudah lihai, dan sudah banyak makan asam garam," ujarnya.

Selain itu, Ani juga diprediksi bakal memiliki koordinasi yang baik dengan tetangga kantornya yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

"Kalau kita ingat, Pak Darmin merupakan Direktur Jenderal Pajak-nya Bu Ani sewaktu di Kementerian Keuangan, jadi pasti bakal ada koordinasi yang baik di Banteng dan Juanda," ujar David.

David memperkirakan, euforia pasar terhadap penunjukan Sri Mulyani bakal berlangsung cukup lama. Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun diproyeksi bakal ditutup menguat sore nanti. (gen)