Gaikindo Dorong Menperin Baru Tingkatkan Standar Emisi

Yuliyanna Fauzi, CNN Indonesia | Rabu, 27/07/2016 17:03 WIB
Gaikindo Dorong Menperin Baru Tingkatkan Standar Emisi Bila pemerintah menaikkan standar emisi atas mobil-mobil produksi dalam negeri menjadi Euro 4, Indonesia dapat menggenjot ekspor kendaraan bermotor. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap pergantian Menteri Perindustrian (Menperin) dari Saleh Husin ke Airlangga Hartarto dapat memberikan perubahaan yang lebih baik bagi industri otomotif dalam negeri.

"Bagi Gaikindo, yang terpenting adalah pergantian menteri ini dapat membawa perubahaan dan menjadikan industri otomotif Indonesia menjadi lebih besar, lebih maju, lebih sukses," ujar Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (27/7).

Perubahaan ini, diharapkan tidak hanya dapat dirasakan di dalam negeri, namun memberikan dampak hingga ke kancah Asia dan dunia. Oleh karena itu, Jongkie berharap Airlangga Hartarto selaku menteri baru bisa membuat terobosan kebijakan yang berdampak positif terhadap dunia industri.


“Kami harap, bisa tetap menjadi mitra pemerintah sehingga bersama Menperin yang baru ini bisa lancar komunikasinya untuk menyepakati kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan iklim industri," jelas Jongkie.

Standar Emisi

Terkait kebijakan di sektor industri, bos Hyundai Mobil Indonesia menyatakan Gaikindo ingin agar kebijakan standar emisi Euro dapat ditingkatkan dimana kebijakan ini masih diperjuangkan industri otomotif sejak kepemimpinan Saleh Husin.

"Saya rasa ada beberapa kebijakan yang perlu diperbaiki. Misalnya kebijakan standar emisi Euro 2, karena Indonesia masih berada di standar itu. Sedangkan negara besar lainnya sudah di standar emisi Euro 4, 5, atau bahkan 6. Ini kita harapkan segera selesai," tambah Jongkie.

Menurutnya, bila pemerintah menaikkan standar emisi atas mobil-mobil produksi dalam negeri menjadi Euro 4, Indonesia dapat menggenjot ekspor kendaraan bermotor. Sebab, saat ini, kendaraan hasil produksi Indonesia sulit menembus pasar ekspor karena belum menganut standar emisi Euro 4.

Padahal, bila standar emisi Euro ini ditingkatkan, biaya produksi dapat ditekan. Di sisi lain, peningkatan ini berdampak baik pada lingkungan karena semakin sedikit polusi yang dikeluarkan.

Sedangkan dari sisi pertumbuhan penjualan, Jongkie merasa, selama kepemimpinan Saleh Husin belum ada kebijakan yang bisa membantu meningkatkan penjualan secara signifikan.

"Penjualan masih sama saja dengan tahun lalu," singkatnya.

Kementerian Perindustrian menjadwalkan acara serah terima jabatan Menperin hari ini pada pukul 17.00 WIB. (gen)