Direktur Utama Adira Willy Suwandi Dharma menjelaskan berkurangnya laba bersih perusahaan disebabkan oleh daya beli masyarakat yang terus melemah, berimbas kepada berkurangnya permintaan pembiayaan secara signifikan.
Kondisi tersebut tercermin dari pendapatan yang berhasil dikantongi Adira sampai kuartal III 2015 sebesar Rp 5,99 triliun, turun 2,62 persen dibandingkan periode yang sama di 2014 sebesar Rp 6,15 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saat ini kondisi pembiayaan kita ingin mencapai sampai Rp 30 triliun. Turun dari target awal Rp 34 triliun, jadi ada revisi. Faktor utama daya beli masyarakat,” kata Willi, Rabu (28/10).
Strategi Baru
Untuk memperbaiki kinerja perseroan di sisa tahun ini dan di awal 2016 mendatang, Willy mengungkapkan Adira tengah mempersiapkan strategi baru dengan rencana masuk ke bisnis pembiayaan multiguna. Setelah pembiayaan kendaraan yang selama ini jadi tulang punggung perusahaan menjadi loyo.
“Kami akan masuk ke bisnis durable dan multiguna. Multiguna itu misalnya pembiayaan pendidikan, traveling, dan umroh. Masuk ke multiguna kami persiapkan tahun ini atau tahun depan. Rencana awalnya untuk menyeimbangkan bisnis. Target awal bisa membiayai Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun,” ungkapnya. (gen)