Pramono mengungkapkan, seluruh menteri sektor ekonomi mengikuti proses pemilihan dan pemanggilan calon menteri bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Namun, dirinya dan Pratikno hanya terlibat untuk urusan administrasi semata.
"Kami meyakini, tim ini akan solid, karena betul-betul pilihan presiden dan wakil presiden. Kalau dilihat, baik yang berlatar belakang profesional maupun partai politik, orang-orang ini sudah terbiasa bekerja secara profesional di bidangnya," ujarnya, Jumat (29/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perombakan dilakukan karena pemerintah dalam kecepatan tinggi mengatasi dampak perlambatan ekonomi dunia. Sehingga, bergabungnya sejumlah nama, seperti Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Arcandra Tahar (Menteri ESDM), Budi Karya (Menteri Perhubungan), Enggartiasto Lukita (Menteri Perdagangan), dan Airlangga (Menteri Perindustrian) diharapkan dapat berkoodinasi bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution lebih cepat dan mudah.
Sebelumnya, Darmin Nasution juga menilai tim ekonomi baru hasil perombakan kabinet (reshuffle) jilid kedua lebih baik dibandingkan sebelumnya. Namun, dia menegaskan, tim ekonomi yang baru belum akan mengubah target pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun menjadi 5,2 persen.
Mantan Direktur Jenderal Pajak ini menyebut, dia bersama jajaran kementerian di bawahnya akan fokus di bagian pangan dan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2016 dan 2017. Selain itu, tim ini juga akan fokus pada kebijakan jangka menengah untuk pangan. (bir/gen)