"Kalau tim ekonomi lebih baik lah, saya kira sebagian besar orang akan bilang tim ekonomi lebih baik," kata Darmin, Kamis (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani atau yang akrab disapa Ani menjadi topik hangat di berbagai kalangan. Kehadiran Ani kembali ke kursi Menkeu dianggap menjadi sentimen positif naiknya nilai tukar rupiah dan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin.
"Kami belum mengubah target. Jangan lupa sekarang ekonomi dunia tidak baik, jangan mengubah terseret jadi tidak baik. Kita sekarang berangkat dari 4,9 persen, tetapi jangan lupa tiap kuartal tidak sama," katanya.
Hingga kini, Darmin mengaku belum melakukan koordinasi dengan tim ekonomi yang baru. Namun, dapat dipastikan, tim ekonomi baru ini akan fokus di bagian pangan dan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2016 dan 2017. Selain itu, tim ini juga akan fokus pada kebijakan jangka menengah untuk pangan.
"Indonesia tidak punya kebijakan pangan yang jelas, paling tidak kami harus menyelesaikan hal-hal yang paling utama di pangan," jelasnya.
Hal-hal utama dalam pangan tersebut terkait dengan beras, daging, gula, bawang, dan jagung. Menurutnya, harga bawang masih tinggi dan produksinya kurang baik. "Jadi, kami harus menyiapkan kebijakan jangka menengah tidak kemudian harus langsung swasembada tapi kalau kurang ya harus bisa import tapi kebijakannya tahun demi tahun itu arahnya semakin swasembada," pungkasnya. (bir/gen)