Menilik Pemasok Setrum Istana Negara

Andry Novelino, CNN Indonesia | Kamis, 11/08/2016 11:29 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- PLTGU Muara Karang PT PJB yang terletak di daerah Pluit Jakarta Utara mengalirkan listrik ke wilayah vital ibukota, mulai dari Istana Negara sampai bandara.

Unit PLTGU Muara Karang PT PJB yang terletak di daerah Pluit Jakarta Utara merupakan pembangkit listrik yang sangat vital dalam kelistrikan Wilayah DKI Jakarta. Pasalnya, listrik yang dihasilkan mengalir ke wilayah VVIP seperti Istana Negara, Gedung MPR/DPR, hingga Bandara Soekarno Hatta.
Unit Pembangkit Muara Karang memiliki 3 unit Entitas Pembangkit berbahan bakar gas dengan total kapasitas sebesar 1.614 megawatt (MW).
Produksi listrik yang dihasilkan setiap tahunnya rata-rata mencapai 8.200 gigawatt per hour (GWh) yang disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV dan Saluran Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV ke Sistem Interkoneksi Jawa Bali.
Saat ini beban puncak di DKI Jakarta pada Siang hari mencapai 7.293 MW dan pada malam hari mencapai 6.468 MW dengan jumlah pelanggan listrik sebanyak 3.914.611 pelanggan.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat, pasokan listrik yang sudah siap digunakan masyarakat dari proyek listrik berkapasitas 35 ribu megawatt (MW) baru sekitar 0,55 persen atau setara 195 megawatt.
PLN menargetkan proyek listrik dapat rampung hingga 18.485 megawatt dari total 35 ribu megawatt pada akhir tahun 2016 melalui skema Independent Power Producer (IPP) alias produsen listrik swasta.
Dalam mengejar target merampungkan 18.485 megawatt, PLN telah menyiapkan skema pembangunan yang terdiri dari dua bagian, yakni 6.755 megawatt oleh PLN dan sisanya 11.730 megawatt digarap melalui kerja sama swasta melalui sistem kontrak jual beli listrik (Power Purchasing Agreement/PPA)
Selain mengejar rampungnya proyek listrik berkapasitas 35 ribu megawatt, PLN juga harus membangun transmisi sepanjang 46 ribu kilometer (km) dan gardu induk berkapasitas 108 ribu mega volt ampere (MVA).
Proyek listrik berkapasitas 35 ribu megawatt tersebut ditaksir menelan dana sekitar US$72,94 miliar yang akan digunakan untuk membangun 291 pembangkit listrik, 732 set transmisi, dan 1.375 unit gardu induk.
pln