Bos PLN Sebut Rencana Caplok PGE Usulan Rini Soemarno

Yuliyanna Fauzi, CNN Indonesia | Rabu, 10/08/2016 17:15 WIB
Bos PLN Sebut Rencana Caplok PGE Usulan Rini Soemarno Sofyan Basir, Direktur Utama PLN mengungkapkan, langkah akuisisi Pertamina Geothermal Energy merupakan rencana dari Menteri BUMN Rini Soemarno. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT PLN (Persero) menanti restu Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengakuisisi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero).

Sofyan Basir, Direktur Utama PLN mengungkapkan, langkah akuisisi ini merupakan rencana dari Menteri BUMN Rini Soemarno.

"Kalau atasan memberikan arahan seperti itu, tentu kita harus ikut. Ini agar PLN bisa mengembangkan potensi energi yang ramah lingkungan," kata Sofyan, Rabu (10/8).


Mantan bos PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menjabarkan bahwa saat ini kapasitas listrik terpasang dari Energi Baru Terbarukan (EBT) hanya sekitar 1.600 Megawatt (MW). Padahal pemerintah tengah mengejar pengembangan listrik EBT dari panas bumi mencapai 7,2 Gigawatt (GW) hingga 2025 mendatang.

"Kalau langkah ini dilakukan, tentu kekuatan BUMN semakin besar. Kalau PLN dan Pertamina digabung, memiliki PGE, tentu jauh lebih besar kemampuannya untuk mengeksplorasi," jelas Sofyan.

Adapun bila hal ini dilakukan, menurut Sofyan, dapat menggantikan peran swasta yang selama ini tidak mampu mengerjakan karena keterbatasan investasi dan pendanaan.

Menanggapi hal tersebut Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto membenarkan bahwa saat ini, pembicaraan mengenai rencana akuisisi sudah bergulir dan Pertamina tentu mendukung segala langkah yang bertujuan untuk kepentingan bersama.

"Kita ingin PGE berkembang, saat ini kapasitas PGE sebanyak 450 MW. Padahal potensi nasional 28 ribu MW. Tentu kita ingin ini bisa berkembang," jelas Dwi.

Ia menargetkan bila PGE berkembang nanti, maka perusahaan tersebut dapat meningkatkan kapasitas pengolahan listrik menjadi 1.000 MW dalam tiga atau empat tahun mendatang.

Namun, Pertamina belum menyebutkan berapa besar dana yang harus disiapkan PLN untuk memuluskan akuisisi tersebut.

"Belum tahu soal kapan dan berapa, kami masih pelajari bersama. Oleh siapa dan dengan siapa pun kami terbuka, yang penting kalau kami dapat uang tentu bisa digunakan untuk eksplorasi lagi," tutupnya singkat.

Terkait hal ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap masih enggan membahas hal ini. Pasalnya, Kementerian ESDM belum menerima pemberitahuan tersebut.

“Kami dari penanggung jawab sektor, belum bisa memberikan komentar," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana.

Sofyan Basir memastikan, bila rencana akuisisi berjalan maka PLN akan mendapatkan harga pasokan listrik yang jauh lebih murah.

"Marginnya lebih rendah. Jadi, Biaya Pokok Produksi (BPP) bisa lebih rendah dan akan menurunkan tarif listrik sehingga masyarakat bisa dapatkan listrik murah," jelas Sofyan.

Sofyan juga menjelaskan skema akuisisi tersebut, yakni yang semula berada 100 persen di tangan Pertamina, menjadi 50 persen dimiliki PLN sehingga PGE akan menjadi anak perusahaan bersama milik PLN dan Pertamina.

Kemudian, PLN akan bertugas untuk mencari sumber uap panas bumi yang baru hingga melakukan pengolahan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). (gen)
pln