Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri mengungkapkan, startup fintech binaan anak usahanya tersebut harus menyelesaikan program inkubator selama enam bulan yang akan berakhir Januari 2016 mendatang.
“Ada 14 startup fintech yang sedang dalam program inkubator. Kami akan pilih yang terbaik. Dua permasalahan fintech itu kan pendanaan dan akses market. Kalau mereka berkembang, pendanaan akan kami sertakan. Kami juga akan tawarkan untuk menggarap 20 juta nasabah Bank Mandiri sebagai pasar mereka,” ujarnya, Selasa (30/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di luar startup fintech tersebut, Bank Mandiri sendiri sebetulnya telah memiliki dua perusahaan fintech. Satu di antaranya adalah BC Card, yakni usaha patungan MCI dengan investor Korea Selatan. Fintech tersebut bergerak di bidang penyediaan dan pengembangan electronic data capture (EDC).
Fintech Bank Mandiri lainnya, yaitu e-cash, alternatif pembayaran non tunai hasil kerja sama MCI dengan PT Kresna Graha Investama, anak usaha PT Digital Artha Media (DAM). E-cash layaknya uang elektronik merupakan fintech yang bergerak di bidang sistem pembayaran.
Eddi Danusaputro, Direktur Utama MCI bilang, perseroan menyiapkan modal sebesar Rp500 miliar dari sang induk untuk menjalani bisnis penyertaan saham ke rintisan binaannya. Hingga saat ini, Rp200 miliar di antaranya telah digelontorkan.
“Bank Mandiri berkomitmen penuh pada MCI. Kelolaan kami saat ini Rp500 miliar, namun kalau perkembangan startup ini pesat, Bank Mandiri mendukung dengan menyesuaikan kebutuhan,” tutur dia. (gen)