Perkuat Pembiayaan Motor, FIF Jual Obligasi Rp2 Triliun

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Selasa, 06/09/2016 15:06 WIB
Perkuat Pembiayaan Motor, FIF Jual Obligasi Rp2 Triliun Ilustrasi kredit motor Honda di Jalan Raya Bogor, Rabu, (20/07). (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Federal International Finance (FIF) melakukan penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi II tahap IV senilai Rp2,12 triliun pekan lalu.

Jerry Fandy, Vice President Corporate Finance & Treasury Division Head FIF mengatakan, kupon surat utang yang ditawarkan tersebut sebesar 7,25 persen untuk tenor 1 tahun dan 7,95 persen untuk tenor 3 tahun.

“Kami telah merampungkan penawaran awal (bookbuilding) obligasi. Selama masa bookbuilding, respons pasar cukup positif,” jelas Jerry kepada CNNIndonesia.com, Selasa (6/9).


Jerry mengatakan dana hasil penjualan obligasi akan digunakan untuk kebutuhan penyaluran kredit kendaraaan bermotor roda dua. Jika berjalan sukses, PUB II tahap IV akan menutup rangkaian PUB II yang memiliki total plafon hingga Rp 10 triliun.

Tahun lalu, anak usaha PT Astra International Tbk itu telah menerbitkan obligasi dalam dua tahap, yakni pertama sebesar Rp 3 triliun dan kedua Rp1,5 triliun. Kemudian pada April 2016, perseroan kembali menerbitkan obligasi tahap ketiga senilai Rp3,37 triliun.

Melalui PUB II tahap IV, Jerry berharap bisa menambah likuiditas perseroan. Juni lalu, FIF telah menarik pinjaman senilai US$200 juta dari sembilan bank yang digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan.

Sembilan bank yang mengucurkan pinjaman bertenor tiga tahun ini antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, BNP Paribas, DBS, HSBC, Korea Development Bank, Mizuho, OCBC, dan Sumitomo Mitsui Banking Corp.

"Semuanya digunakan until pembiayaan baru baik motor baru maupun motor bekas," jelas Jerry.

Dia menambahkan, sejauh ini realisasi penyaluran kredit motor sesuai dengan target. Ia optimistis target penyaluran kredit Rp 30 triliun bisa tercapai pada akhir 2016. Target tersebut naik 20 persen dibanding realisasi tahun 2015 sebesar Rp 28 triliun. (ags/ags)