OJK Masih Enggan Pangkas Target Kredit Seperti Bank Indonesia

Yuliyanna Fauzi, CNN Indonesia | Selasa, 06/09/2016 17:15 WIB
OJK Masih Enggan Pangkas Target Kredit Seperti Bank Indonesia Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad (tengah) bersama Deputi Director Directorate for Financial and Enterprise Affair OECD, Andre Laboul, di Jakarta, Rabu (1/6). (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih mempertahankan target pertumbuhan kredit perbankan berkisar 11 persen sampai 12 persen, sekalipun Bank Indonesia telah memangkas targetnya menjadi 7 persen sampai 9 persen.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menjelaskan, alasan OJK belum merevisi target pertumbuhan kredit perbankan karena masih perlu waktu untuk mengevaluasi pelaksanaan dari Rencana Bisnis Bank (RBB)

"Tunggu sampai akhir September. Saya harus evaluasi implementasi RBB dari masing-masing bank," ungkap Muliaman, Selasa (6/9).


Selain menunggu evaluasi RBB, Muliaman mengatakan, OJK juga memperhatikan optimisme sejumlah bank yang masih meyakini bisa merealisasikan RBB.

"Year-to-date memang masih rendah. Tapi beberapa bank yakin RBB bisa diimplementasikan. Kalau RBB mereka jalan, itu bisa sekitar 11 persen. Kalau tidak, saya akan cek lagi," ujarnya.

Kendati demikian, Muliaman menyadari bahwa penyaluran kredit akan sulit tumbuh dua digit jika melihat pertumbuhan bank-bank level menengah yang tidak begitu baik.

Sebagai informasi, penyaluran kredit perbankan pada semester I 2016 hanya tumbuh sekitar 8 persen. Meskipun rendah, OJK mencatat, beberapa bank besar masih mampu tumbuh di atas 12 persen.

Terkait likuditas perbankan, Muliaman memastikan kondisi perbankan semakin membaik karena naiknya dana pihak ketiga (DPK).

"Likuiditas membaik secara keseluruhan, terutama pasca masuknya banyak likuiditas dalam satu bulan terakhir ini. DPK mulai merambat naik. Kredit juga mulai merambat naik," kata Muliaman. (ags/gen)