Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja menjelaskan, saat ini elpiji 3 kg masih dinikmati oleh kelompok rumah tangga mampu. Sehingga, terjadi pembengkakan subsidi sebesar 10 persen hingga 15 persen dari anggaran yang seharusnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, TNP2K mencatat ada sekitar 15,5 juta rumah tangga miskin dan 2,29 juta usaha mikro yang seharusnya dapat subsidi tersebut. Jika pendataan sempurna telah selesai, maka setiap rumah tangga golongan kurang mampu akan diberikan paket perdana e-money khusus digunakan untuk pembelian gas.
"Bahkan, pembayaran dari pangkalan ke agen nanti juga bayarnya pakai e-money. Ini sejalan dengan keinginan Bank Indonesia (BI) yang sedang menggalakkan less-cashed society," jelas Wiratmaja.
Kartu tersebut, tambahnya, nanti hanya akan dikeluarkan oleh tiga bank pelat merah, yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Apabila masyarakat sudah dapat e-money, pemerintah menjamin harga gas bisa lebih murah dibandingkan pembelian secara eceran.
"Karena mereka bayarnya sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Nanti, masyarakat bisa beli maksimal tiga tabung per bulan. Sementara itu, usaha mikro bisa gunakan kartu itu untuk pembelian maksimal sembilan tabung per bulan," tambahnya.
Untuk menguji keampuhan sistem ini, pemerintah tengah melakukan uji coba selama tiga bulan di Tarakan, Kalimantan Utara. Uji coba berikutnya akan dilakukan di Pulau Bangka, Bangka Belitung. Apabila penerapan ini efektif di seluruh Indonesia, ia yakin subsidi bisa turun sebesar Rp18,3 triliun per tahun.
"Bahkan kalau memang sukses, kami akan langsung implementasi di Indonesia. Indikator suksesnya gampang saja, asal ibu-ibu jadi senang elpiji tidak langka lagi. Kami harap ini bisa semua efektif di tahun 2018," katanya.
Sebagai informasi, ketentuan penerima tabung gas elpiji tercantum di dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 tahun 2007.
Sementara itu, volume subsidi gas elpiji di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 sebesar 7,09 juta ton. Angka itu lebih besar dibanding RAPBNP tahun 2016 sebesar 6,25 juta ton. (ags/gen)