Pertamina Akan Jual Elpiji 3 Kg Non-Subsidi

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Jumat, 09/09/2016 15:26 WIB
Pertamina Akan Jual Elpiji 3 Kg Non-Subsidi Warga membeli gas Elpiji 3 Kg saat Operasi Pasar di Pangkalan Gas Muhajir, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. PT Pertamina (Persero) akan segera merilis produk Liquified Petroleum Gas (Elpiji) gas 3 kilogram non-subsidi. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) akan segera merilis produk Liquified Petroleum Gas (Elpiji) gas 3 kilogram non-subsidi sebagai alternatif bagi kelompok masyarakat menengah di tengah upaya pemerintah menyalurkan elpiji bersubsidi secara tertutup.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan, produk elpiji 3 kg non-subsidi ini nantinya diperuntukkan bagi golongan masyarakat yang menganggap harga elpiji 5,5 kg terlalu mahal. Namun di sisi lain, golongan ini pun tidak berhak menikmati fasilitas distribusi elpiji tertutup.

"Kami berharap bisa mengubah konsumsi elpiji secara bertahap. Bagaimanapun juga, elpiji 3 kg bersubsidi itu untuk rakyat miskin. Misalkan masyarakat anggap elpiji 5,5 kg itu mahal, kami akan keluarkan lagi 3 kg khusus yang non-subsidi," jelas Ahmad di Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jumat (9/9).


Menurut Ahmad, tabung elpiji 3 kg non-subsidi ini baru akan diluncurkan jika pelaksanaan subsidi elpiji tertutup tidak berjalan dengan baik dan tabung gas 5,5 kg kurang diterima masyarakat. Kendati demikian, Ahmad mengatakan bahwa animo masyarakat terhadap tabung gas 5,5 kg cukup tinggi.

Hal itu terlihat dari penjualan gas 5,5 kg yang sudah mencapai 300 ribu ton per Agustus 2016. Angka ini tercatat 50 persen dari target penjualan di akhir tahun sebesar 600 ribu ton.

Meski demikian, Ahmad mengatakan, perusahaan akan tetap meluncurkan produk elpiji 3 kg non-subsidi karena Pertamina tak punya persediaan tabung 5,5 kg yang memadai untuk menampung kebutuhan pelanggan baru.

"Makanya untuk menampung perpindahan pelanggan, kami akan gunakan tabung 3 kg yang ada saat ini. Itu kan jumlahnya puluhan juta tabung. Dan sebenarnya, menggantinya ke non-subsidi itu gampang, tinggal ubah jadi katup ganda (double valve) dan ganti nozzle," terangnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan, kesuksesan program distribusi elpiji tertutup justru tergantung dari kesiapan Pertamina dalam mendistribusikan tabung elpiji 5,5 kg.

Ia menuturkan, saat ini penerima tabung perdana elpiji bersubsidi di Indonesia berjumlah 54,9 juta rumah tangga. Sesuai dengan data sementara dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), penerima subsidi elpiji 3 kg lewat mekanisme distribusi tertutup adalah sebanyak 15,96 juta rumah tangga.

Untuk itu, diperlukan produk gas non-subsidi yang bisa mengakomodasi 38,97 juta rumah tangga lain, yang dianggap tak berhak menikmati distribusi elpiji tertutup.

"Tentu tantangannya banyak dalam melakukan distribusi tertutup, salah satunya adalah tabung gas 5,5 kg harus tersebar dimana-mana," ujar Wiratmaja, Jumat (9/9).

Sebagai informasi, volume subsidi gas elpiji di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 tercatat sebesar 7,09 juta ton. Angka itu lebih besar dibanding RAPBNP tahun 2016 sebesar 6,25 juta ton. (ags/gen)