Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda mengatakan, diharapkan jumlah pengunjung dalam pameran produk ekspor tersebut mencapai 14.700 orang dengan pembeli potensial dari dalam dan luar negeri.
Tercatat, total calon pembeli potensial asal luar negeri yang sudah melakukan registrasi untuk hadir pada TEI 2016 kurang lebih sebanyak 4.000 pembeli potensial. Menurut Arlinda, pada tahun ini pihaknya juga mengundang gubernur-gubernur yang ada di berbagai daerah untuk melihat potensi yang ada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada TEI 2016 ini, Kemendag memfasilitasi usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengikuti perhelatan bergengsi ini. Sebelumnya, Kemendag sempat memberikan pendampingan bagi usaha tersebut untuk pengembangan produk.
Hasil dari pelaksanaan kedua program tersebut akan ditampilkan pada pameran Trade Expo Indonesia ke-31 yang berlangsung pada 12-16 Oktober 2016, di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Melalui program-program pendampingan tersebut, diharapkan produk-produk Indonesia akan semakin menarik minat ribuan pengunjung dan buyer TEI.
Sejak 2011 silam, lebih dari 300 pelaku usaha dari berbagai daerah berpartisipasi dalam program rebranding yang diselenggarakan oleh Kemendag. Program tersebut menjadi salah satu fasilitas untuk pelaku usaha dalam upaya meningkatkan ekspor.
"Kemendag memfasilitasi para pelaku usaha berorientasi ekspor agar mereka mampu menciptakan brand identity yang kuat di tengah gempuran produk-produk negara lain pada perdagangan internasional," ujar Arlinda, seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (11/9).
Menurut Arlinda, merek merupakan identitas suatu produk. Dengan merek yang kreatif dan inovatif, sebuah produk akan memperoleh posisi yang bagus dan memperkuat perhatian dari para konsumen, selain mengandalkan kualitas dan desain yang bagus.
Adapun, kegiatan rebranding dilaksanakan di Sumatera Utara, Kepulauan Riau (Batam), Banten, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. Selanjutnya, akan diseleksi 50 pelaku usaha kategori International Corporate and Small Business (ICSB), berdasarkan kriteria innovation and creativity, customer discovery, funding, utilizing information technology, dan business model innovation.
"Keluaran program rebranding adalah buku rekomendasi untuk setiap pelaku usaha yang diharapkan dapat memahami brand positioning produknya di pasaran, menciptakan merek baru yang mendukung usaha peningkatan daya saing produk, serta mampu mengkomunikasikan merek tersebut secara konsisten kepada konsumen potensial," terang dia. (bir)