Tahun Depan, Pemerintah Pangkas Subsidi Bunga KUR

Yuliyanna Fauzi, CNN Indonesia | Jumat, 16/09/2016 15:03 WIB
Tahun Depan, Pemerintah Pangkas Subsidi Bunga KUR Ilustrasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah memastikan akan memangkas subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) sebesar 9,5 persen atau sebesar Rp1 triliun dari semula Rp10,5 triliun menjadi hanya Rp9,5 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, pemangkasan ini dilakukan karena realisasi penyaluran subsidi bunga KUR tahun ini belum optimal. Tengok saja, realisasinya sampai hari ini baru sekitar Rp1,5 triliun.

"Yang, kami kejar sekitar Rp2 triliun sampai Rp3 triliun. Jadi, outlook-nya sekitar separuhnya Rp5 triliun untuk tahun ini," ujarnya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (16/9).


Mardiasmo meyakini, target realisasi subsidi bunga kredit hanya sekitar 50 persen. Artinya, hanya sebesar Rp5 triliun dari total target awal, yakni Rp10,5 triliun.

Kendati subsidi bunga KUR dipangkas, Mardiasmo memastikan program penyaluran KUR tetap akan berjalan. Bahkan, pemerintah berencana menambah tebal penyaluran KUR tahun depan. Untuk merealisasikan hal itu, pemerintah sedang mengkaji kriteria koperasi untuk didapuk menjadi penyalur KUR.

Adapun, Kementerian Keuangan menyebut koperasi sebagai lembaga yang sehat. Koperasi dinilai bisa memenuhi kriteria sebagai lembaga yang produktif, serta menyalurkan kredit untuk usaha bukan konsumsi.

Untuk memastikannya, Kemenkeu meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan tinjauan berikutnya terhadap koperasi.

"Ini kami coba, tapi kami minta OJK untuk melihat koperasi, melihat lembaga ini ke depan nya, akan sehat atau tidak," pungkasnya. (bir/bir)