Direktur Utama Waskita Beton Jason Subana merinci, kedua pabrik anyar perseroan tersebut akan didirikan di Klaten, Jawa Tengah, dan Palembang, Sumatera Selatan. Dengan kapasitas masing-masing 100 ribu ton per tahun dan 250 ribu ton per tahun.
"Penambahan dua pabrik ini membuat kapasitas produksi sampai akhir tahun tumbuh 47,2 persen atau mencapai 2,65 juta ton jika dibandingkan dengan tahun lalu," ujarnya, Selasa (20/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk Klaten masih pengurusan izin, mungkin awal Oktober ini selesai masalah lahan. Bahkan bisa lebih cepat karena kapasitasnya kecil," terang Jason.
"Sulawesi ini masih kami kaji, antara Palu atau Ujung Pandang. Kalau di Palu dekat bahan baku material, sedangkan Ujung Pandang dekat pasar penjualan," katanya.
Waskita Beton memprediksi pembangunan pabrik dapat meningkatkan kapasitas produksi sebanyak 1,2 juta ton per tahun menjadi 3,5 juta ton per tahun pada 2018 mendatang. Kemudian, persebaran pabrik akan terbagi 60 persen di Pulau Jawa, dan 40 persen di luar Pulau Jawa.
Sementara, untuk distribusi, sebanyak 85 persen hasil produksi diperkirakan akan mencukupi kebutuhan sang induk usaha, sedangkan 15 persen lainnya di jual ke perusahaan swasta.
Jason menambahkan, saat ini, persebaran distribusi masih didominasi untuk pemenuhan kebutuhan pasar di Pulau Jawa sebanyak 70 persen, Sisanya tersebar di Pulau Sumatera sebanyak 25 persen, dan sekitar 5 persen di Pulau Sulawesi.
"Masih konsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatera. Hasilnya masih untuk kebutuhan dalam negeri. Kami belum berencana ekspor tapi masih kami kaji," tutup Jason. (bir/gen)