Berdasarkan laporan keuangan semester I 2016, AIG membukukan laba bersih sebesar Rp37,55 miliar atau melesat dibanding periode yang sama tahun lalu Rp12,04 miliar. Namun, menilik paruh pertama tahun 2014, AIG merugi hingga Rp14,61 miliar.
Nah, sebetulnya, kerugian perseroan yang berbasis di Amerika Serikat itu terjadi sejak beberapa tahun sebelumnya. Ketika itu, AIG berdalih merugi karena tengah berinvestasi di bidang teknologi, sistem operasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (tenaga pemasar).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber CNNIndonesia.com dari perusahaan asuransi nasional mengaku khawatir begitu mendengar kabar tersebut.
Dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, sumber CNNIndonesia.com di AIG menuturkan, penutupan bisnis konsumer ini sebagai bagian dari rencana perseroan untuk menjadi lebih ramping, lebih menguntungkan, serta fokus.
Ia memastikan, kontrak berjalan dengan nasabah di segmen konsumer akan tetap dilayani sesuai perjanjian dan klaimnya terjamin hingga sisa periode berjalan. Selain itu, AIG Indonesia akan tetap fokus menawarkan asuransi komersial.
“Kami memastikan kelancaran transisi melalui perubahan bisnis, dan bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk menghindari gangguran pasar atau pelanggan,” tegasnya. (gir/gen)