Tawaran tersebut disampaikan oleh Wong Sandy Surya, Ketua Umum Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI). Menurut dia, apabila ditawarkan oleh profesional di industri asuransi, BPJS Kesehatan berpotensi mendapatkan peserta dengan kontribusi positif, sehingga terhindarkan dari persoalan utamanya yang kerap defisit.
“Selama ini banyak yang daftar JKN BPJS Kesehatan itu yang sakit. Nih, kami menawarkan mencari peserta yang sehat. Subsidi silang berjalan. Tinggal bicara bagaimana teknisnya, komisinya mungkin sedikit tidak apa-apa,” ujarnya, Rabu (10/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, Indonesian Health Economics Association memperkirakan defisit program BPJS Kesehatan diperkirakan mencapai Rp9 triliun. Tahun lalu, BPJS Kesehatan menanggung defisit Rp6 triliun.
Menanggapi hal tersebut, Irfan Humaidi, Juru Bicara BPJS Kesehatan mengatakan, sebetulnya, saat ini BPJS Kesehatan telah merangkul asuransi swasta melalui kerja sama koordinasi manfaat (Coordination of Benefits/CoB).
Pada prinsipnya, sambung Irfan, BPJS Kesehatan terbuka dengan pihak manapun untuk menjalin kerja sama menyukseskan program JKN BPJS Kesehatan. Namun, seluruh kerja sama harus mengacu pada aturan mainnya. (gir)