Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja menjelaskan, sebagian besar rumah tangga yang belum mendapatkan paket perdana tersebut berlokasi di Indonesia timur.
Bahkan, masih ada lima provinsi yang sepenuhnya belum mendapatkan paket perdana elpiji melon, yaitu Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sebetulnya sudah siap memberikan paket perdana bagi 1,7 juta rumah tangga dan sudah berkoordinasi baik dengan PT Pertamina (Persero), namun sarana dan fasilitasnya belum memadai," jelas Wiratmaja di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (5/10).
"Sehingga penyaluran paket perdana untuk wilayah Indonesia timur masih perlu menunggu lagi," ujarnya.
Selain hambatan dari segi sarana, Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto menuturkan bahwa beberapa wilayah memiliki biaya distribusi minyak tanah yang lebih efisien dibandingkan distribusi elpiji 3 kilogram. Kendati demikian, perusahaan tetap berkomitmen mengingat program ini sudah diamanatkan di dalam Peraturan Presiden (Perpres) no. 104 tahun 2007.
Menurut data Pertamina, realisasi penyaluran tabung elpiji 3 kilogram tercatat sebesar 57,19 juta paket antara tahun 2007 hingga 2015.
Sementara itu, realisasi subsidi elpiji 3 kilogram per September 2016 sudah mencapai 4,43 juta ton, atau 70,88 persen dari kuota tahun 2016 sebesar 6,25 juta ton. (gir)