Kata Ken, program yang berakhir pada 31 Maret 2017 ini telah memakan korban yaitu hancurnya biduk rumah tangga banyak pasangan suami-istri.
"Amnesti pajak ini makan korban juga, banyak perceraian terjadi," tutur Ken saat menghadiri acara dialog dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Menara Bidakara 2, Kamis (6/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang bertanya, 'Pak, boleh tidak saya minta data amnesti suami saya? Kenapa suami saya lapor harta begitu banyak, rumah banyak. Padahal yang dilaporkan ke saya, rumah cuma satu,'" kata Ken.
Ken juga bercerita bahwa pada hari-hari terakhir periode pertama amnesti panak, banyak asosiasi himpunan wanita yang ikut sosialisasi pengampunan pajak. Ternyata, kata Ken, para wanita ini hanya ingin mengetahui jumlah harta yang dilaporkan suaminya.
Sambil bercanda, Ken menilai kondisi pasangan akibat amnesti pajak ini menguntungkan. Pasalnya, penerimaan dari bea materai naik seiring meningkatnya pasangan yang bercerai.
"Nominal penerimaan dari bea meterai saya itu naik, ternyata banyak yang kawin cerai. Kalau cerai kan pakai materai," guraunya. (gen)