Seperti dilansir Reuters, harga minyak Brent LCOc1 mencapai US$53,14 per barel, di mana harga ini mendekati titik tertinggi sejak 9 Oktober 2015 senilai US$53,73 per barel. Sementara itu, U.S. West Texas Intermediate (WTI) CLc1 ditutup ke angka US$51,35 per barel, setelah sebelumnya sempat mencapai puncak tertinggi US$51,60 per barel.
Keputusan Rusia mencuat di dalam pertemuan dengan anggota OPEC, di sela-sela kongres energi di Istanbul, Turki. Presiden Rusia Vladimir Putin menjelaskan, penghentian atau pemangkasan produksi mampu menjadi jawaban yang tepat untuk menjaga stabilitas sektor energi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Rusia, OPEC juga meminta komitmen dari negara-negara pengekspor minyak lain untuk mengurangi produksinya. Menteri Energi Aljazair, Nouredine Boutterfa berharap, komitmen ini bisa didapatkan dalam pertemuan negara-negara non-OPEC di Istanbul.
Ini merupakan penurunan produksi pertama yang dilakukan OPEC selama delapan tahun terakhir. Keputusan ini diambil setelah harga minyak terjerembab ke angka US$20 per barel pada bulan Februari, setelah mencapai titik tertinggi US$100 per barel di tahun 2014. (gen)