Pelemahan tersebut terjadi setelah organisasi negara pengekspor minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) mencatat produksi sebesar 33,6 juta barel per hari pada bulan September lalu.
Bahkan, ada beberapa negara-negara anggota OPEC yang diramalkan masih dilanda produksi berlebih. Salah satunya adalah Iran, yang berencana untuk memperbaiki produksi ke posisi sebelum terkena sanksi internasional di tahun 2012.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) ditutup di angka US$49,94 per barel, atau turun dari posisi sebelumnya US$50,35 per barel. Tercatat, harga WTI terendah sepanjang sesi perdagangan sempat menyentuh US$49,47 per barel.
Di samping itu, kontrak berjangka minyak mentah juga melonjak menjadi 12.932 barel, atau yang tertinggi sejak tanggal 13 Oktober lalu.
Pelaku pasar juga menantikan finalisasi pemangkasan produksi OPEC pada pertemuan negara-negara anggota di Wina, Austria. Sebelumnya, OPEC setuju untuk memotong produksi harian antara 32,5 juta hingga 33 juta barel per hari. (gir/gen)