Ekonom DBS Group Gundy Cahyadi memprediksi Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III akan mencapai level 5 persen secara tahunan. Ia menilai inflasi usai Hari Raya Idul Fitri masih stabil dan terus berlanjut sehingga mendorong konsumsi masyarakat yang bisa menggerakan seluruh pertumbuhan ekonomi.
"Sementara kami sebelumnya juga khawatir tentang perlambatan signifikan dalam belanja publik, namun bantal yang disediakan oleh penerimaan amnesti pajak sudah cukup sehingga ini telah menghilangkan kekhawatiran kami. Apa yang kurang dalam ekonomi adalah investasi swasta pada saat ini," ujarnya dalam riset, Senin (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,07 persen secara tahunan, dimana konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) masih berperan menjaga pertumbuhan.
Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 5 persen secara tahunan seiring dengan masih terjaganya daya beli masyarakat sejalan dengan tren penurunan inflasi (tingkat harga cenderung stabil).
Selain itu juga, beberapa indikator lainnya menunjukkan perbaikan di investasi fisik seperti penjualan semen yang tumbuh 2,5 persen secara tahunan serta impor barang modal yang juga cenderung meningkat. Sementara itu, kontribusi konsumsi pemerintah melemah seiring penghematan belanja pemerintah pusat pada semester II tahun ini sehingga pertumbuhan konsumsi pemerintah diperkirakan melambat menjadi 2,5 persen secara tahunan.
"Sedangkan faktor terakhir, net export, juga masih terkontraksi seiring masih lemahnya permintaan global sementara volume impor yang lebih tinggi dari pada volume ekspornya. Pada 2016, pertumbuhan ekonomi diperkirakan di kisaran 5,0 persen secara tahunan," ujarnya.
"Belanja pemerintah tetap kuat selama tahun lalu, sehingga harus membantu pertumbuhan PDB. Namun, ekspor terus berkontraksi, sehingga sektor eksternal kemungkinan akan menjadi hambatan pada pertumbuhan," jelasnya. (gir/gen)