Pemerintah Bangun Sungai Jadi Jalur Angkut Cikarang Dry Port

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Jumat, 11/11/2016 02:51 WIB
Pemerintah Bangun Sungai Jadi Jalur Angkut Cikarang Dry Port Badan Perencanaan Pembangunan Nasional inland waterways tersebut akan beroperasi dengan memanfaatkan alat angkut yang bisa melalui jalur sungai. (cikarangdryport.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama PT Pelindo II akan membangun Inland Waterways atau Cikarang Bekasi Laut (CBL) dengan rute Pelabuhan Tanjung Priok - Cikarang Dry Port.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pembangunan jalur hubung antara Tanjung Priok menuju Cikarang Dry Port ini tidak akan menggunakan jalan tol, tetapi lebih kepada pemanfaatan jalur kanal sungai yang sebelumnya sudah ada.

"Inland ini nanti mengular dari Tanjung Priok, kita akan menggunakan jalur yang sudah ada [sungai] yang ke Cikarang Dry Port itu," kata Bambang, dikutip Kamis (10/11).


Dia menjelaskan, CBL ini nantinya akan beroperasi dengan memanfaatkan alat angkut yang bisa melalui jalur sungai. Sehingga kapal kapal yang membawa peti kemas akan diturunkan di Tanjung Priok untuk selanjutnya dipindahkan ke tempat khusus yang bisa membawa peti-peti itu ke Cikarang Dry Port melalui jalur sungai tadi.

Pengangkutan ini dinilai lebih ekonomis dan tidak memerlukan alat angkut berupa kendaraan truk yang biasanya melalui jalan tol antar kota.

"Tidak perlu pakai truk, tidak akan macet juga. Terlebih kalau mau pakai tol bangun lagi jalan, melalui pembahasan dulu, pembebasan lahan dan sebagainya, lama. Makanya pakai sungai sudah ada jalur, tinggal dibentuk sedikit jadi Inland Waterways," kata Bambang.

Solusi ini pun, kata Bambang bisa mengurangi biaya logistik serta biaya produksi yang bisa meningkatkan daya saing produk dalam negeri semakin tinggi.

Bambang melanjutkan, pembangunan Inland Waterways atau Cikarang Bekasi Laut (CBL) ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi jalur kanal sungai sebagai alternatif transportasi logistik yang akan menghubungkan area off the road Pelabuhan Tanjung Priok dengan area hinterland.

"Rencananya kan dimulai tahun ini, beroperasi 2020, kerja sama dengan PT Pelindo II, proyek ini juga kan masuk dalam daftar Percepatan Penyedia Infrastruktur Prioritas (KPPIP)," katanya. (gir/gen)