Donald Trump Tarik AS Mundur dari TPP

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Selasa, 22/11/2016 09:15 WIB
Donald Trump Tarik AS Mundur dari TPP Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump mengaku akan menarik mundur Amerika Serikat (AS) dari pakta perdagangan Trans Pacific Partnership (TPP). (REUTERS/Andrew Kelly).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump mengaku akan menarik mundur Amerika Serikat (AS) dari pakta perdagangan Trans Pacific Partnership (TPP). Pernyataan itu dirilis dalam video tentang rencana-rencana program yang akan ia lakukan pada hari pertamanya menjadi presiden AS pada 20 Januari 2017 mendatang.

Trump juga menegaskan, dirinya akan memangkas sejumlah kebijakan pemerintah AS sebelumnya, menginvestigasi Departemen Ketenagakerjaan atas penyalahgunaan program visa, serta menghilangkan sejumlah hambatan dalam memproduksi kebutuhan energi seperti minyak mentah dan batu bara.

"Saya akan mengeluarkan notifikasi untuk mundur dari TPP yang berpotensi menghancurkan kami. Jika ingin secara adil, lakukanlah perdagangan bilateral yang bisa menciptakan pekerjaan, dan membantu industri Amerika Timur," tutur dia, dalam video tersebut.


Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan, itu berarti, perjanjian dagang TPP akan menjadi tidak berarti lagi. "TPP akan menjadi tidak berarti tanpa AS," ujar Abe dikutip dari Reuters, Selasa (22/11).

Abe yang ikut menghadiri pertemuan pimpinan negara APEC di Lima, Peru, bilang, selama diskusi, tidak ada satu negara pun yang membayangkan keluarnya AS dari perjanjian dagang yang diinisiasi pemerintahan Barrack Obama tersebut.

TPP merupakan inisiasi perdagangan bebas kawasan Asia-Pasifik yang diprakarsai oleh Presiden AS saat ini Barrack Obama. Ide tersebut pertama kali dicetuskan dalan KTT APEC di Hawai 2011 lalu. Di luar AS, beberapa negara Asia yang telah sepakat bergabung dalam blok perdagangan tersebut, antara lain Malaysia, Vietnam, Filipina dan Brunei Darussalam.

Sementara itu, Indonesia sendiri belum memutuskan akan bergabung atau tidak. Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan Indonesia masih mempelajari untung rugi masuk dalam pakta perdagangan TPP. (bir/bir)