Ia bercerita, selama berkarir enam tahun di Bank Dunia, tawaran atas hadiah kerap ia terima selama dirinya menjabat sebagai Direktur Pelaksana. Pada waktu itu, ia bahkan pernah mendapat buah tangan dari pemerintah Nigeria sebagai ucapan terimakasih atas disetujuinya proyek bendungan sungai yang dianggap vital dalam infrastruktur negara tersebut.
"Namun di Bank Dunia sudah sangat jelas aturannya bahwa kita tidak boleh menerima apapun dari pemerintah di mana kita bekerja. Waktu itu bahkan saya mendapatkan penghargaan dari Nigeria namun penghargaan itu tidak boleh kita terima," ujar Sri Mulyani dalam seminar Ethical Governance: The Soul Sustainability yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (29/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu ia berpandangan, sebuah institusi harus berperan aktif menjaga para sumber daya manusianya (SDM) dari tindakan superior. Tidak hanya melalui aturan, kesadaran untuk membangun integritas juga harus ditanamkan di masing-masing individu terutama para pejabat publik yang memiliki tanggungjawab besar.
"Apalagi kalau korupsinya menyangkut kepala negara seperti Presiden atau Menteri Keuangan, kalau itu terjadi itu bisa menciptakan suatu skandal yang bisa berujung ke krisis politik," ujarnya. (gen)