Jokowi meminta, Menteri Pariwisata untuk menggandakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tersebut. Pasalnya, jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia relatif lebih sedikit jika dibandingkan negara tetangga, yaitu Thailand dan Malaysia.
Saat ini, Thailand berhasil menggaet 29,8 juta wisatawan, sedangkan Malaysia sebanyak 24 juta wisatawan per tahunnya. Jokowi mengaku heran, pelancong yang mampir ke dua negara tersebut lebih banyak dibanding Indonesia. Padahal, destinasi wisata Indonesia lebih banyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu langkah demi menuju angka 20 juta wisatawan, Jokowi menyarankan, dengan mengembangkan lokasi wisata unggulan. Menurutnya, saat ini, pemerintah tengah merancang 10 destinasi wisata baru yang siap menarik minat wisatawan.
Di samping itu, ia juga meminta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk mengakomodasi dan mempercepat realisasi investasi di sektor pariwisata. Soalnya, banyak sekali investor yang datang kepadanya menanyakan tentang prospek bisnis pariwisata di Indonesia.
"Investor yang bertanya soal pariwisata, artinya juga akan masuk ke sisi properti. Karena yang datang banyak juga pemilik hotel dan properti besar. Saya minta kepada BKPM untuk memberikan perhatian khusus investasi sektor swasta di sini," imbuhnya.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kunjungan wisatawan mancanegara hingga kuartal III 2016 sebesar 8,36 juta. Realisasi ini tercatat sebanyak 69,67 persen dari target Kementerian Pariwisata sepanjang tahun yang sebesar 12 juta. (bir/gen)