Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, impor elpiji dari Iran pada tahun depan mencapai 10 hingga 12 tahun kargo, di mana masing-masing volume per kargo mencapai 44 ribu metrik ton (MT).
"Kalau semua administrasi sudah clear, kami sudah mulai bisa impor. Mungkin awal tahun depan sudah mulai dilakukan shipping," ujar Wianda, Selasa (13/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan top up dari signing yang kemarin. Ini yang baru," terang Wianda.
"Kemarin saat pertemuan organisasi negara-negara pengekspor minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC), kami bilang ke Menteri Perminyakan Iran kalau kami sangat tertarik untuk mengelola dua blok migas di sana. Harapannya bisa disetujui proposal Pertamina, terus terang butuh waktu sampai awal tahun depan untuk dua blok tersebut," jelasnya.
Sebelumnya, Pertamina menyatakan ketertarikannya untuk menggarap dua lapangan migas di Iran, yaitu Ab-Teymour dan Mansouri dengan cadangan 5 miliar barel. Saat ini, kedua lapangan tersebut memproduksi minyak dengan angka masing-masing 60 ribu barel per hari. (gen)