Jonan Akan Evaluasi Tarif Listrik Nonsubsidi Tiap Tiga Bulan

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Selasa, 20/12/2016 14:25 WIB
Jonan Akan Evaluasi Tarif Listrik Nonsubsidi Tiap Tiga Bulan Ignasius Jonan menyebut bahwa langkah ini juga instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo untuk menjaga daya beli masyarakat dari inflasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengajukan perubahan evaluasi tarif listrik bagi golongan non-subsidi dalam jangka waktu tiga bulan sekali, atau sama seperti evaluasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) penugasan jenis Premium dan Solar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut bahwa langkah ini juga instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo untuk menjaga daya beli masyarakat dari inflasi.

Untuk itu, ia menerangkan bahwa tarif listrik untuk 12 golongan yang mengalami penyesuaian tarif (tariff adjustment) juga tidak akan mengalami perubahan pada 1 Januari 2017 mendatang.


"Untuk tarif listrik juga sesuai arahan Presiden tidak ada kenaikan sampai tiga bulan. Dan kami juga akan ajukan evaluasi tarif listrik tiga bulanan," ujar Jonan di kantornya, Selasa (20/12).

Ia melanjutkan, dalam waktu dekat instansinya akan mengajukan perubahan jangka waktu evaluasi ini ke Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dengan demikian, maka perubahan skema ini juga nantinya mengubah ketentuan tarif listrik sebelumnya yaitu Peraturan Menteri ESDM Nomor 31 Tahun 2014.

Di samping itu, ia mengatakan bahwa tarif setrum yang tetap tanggal 1 Januari 2017 mendatang hanya berlaku bagi listrik non-subsidi. Sementara itu, tarif listrik bagi 18,9 juta pelanggan 900 Volt Ampere (VA) tetap akan naik sesuai dengan rencana pencabutan subsidi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017.

"Itu yang harga keekonomian tidak naik, tapi apa yang sudah diputuskan di DPR tentang 900 VA itu yang tetap seperti itu," ujar Jonan.

Sebagai informasi, peraturan terkait jangka waktu evaluasi penyesuaian tarif listrik selama sebulan sekali ini tercantum di pasal 5 ayat (2) Permen ESDM no. 31 tahun 2014.

Beleid ini menyatakan, penyesuaian tarif diberlakukan setiap satu bulan sekali terhitung sejak 1 Januari 2015 yang dipengaruhi oleh inflasi, harga minyak mentah (Indonesian Crude Price/ICP), dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (gir/gen)