Presiden Direktur Pefindo Salyadi Saputra menjelaskan, prediksi tersebut sejalan dengan kondisi perekonomian yang diprediksi akan lebih baik meski tak akan terlalu jauh dari posisi saat ini. Pihaknya memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,9 persen hingga 5,2 persen.
"Kemudian inflasi yang terjaga dengan tingkat suku bunga yang rendah sehingga mendorong perusahaan menerbitkan obligasi," ungkap Salyadi, Selasa (20/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Salyadi, prediksi penerbitan obligasi korporasi tersebut sekitar Rp21,03 triliun merupakan mandat obligasi yang dibawa dari tahun 2016. Prediksi tersebut nilai dari obligasi yang belum direalisasikan pada Desember ini.
Hingga November 2016, sebanyak 62,6 persen perusahaan yang mengeluarkan obligasi korporasi diberikan peringkat triple A, sedangkan peringkat AA (double A) sebesar 18,8 persen, single 17,8 persen, dan BBB (triple B) sebesar 0,7 persen.
"Dari segi rating mungkin setahun dua tahun lebih banyak menaikkan rating daripada menurunkan," pungkasnya. (gir/gen)