Resmi, Harga Daging Sapi Maksimal Rp80 Ribu per Kg

Dinda Audriene , CNN Indonesia | Kamis, 22/12/2016 06:25 WIB
Pemerintah memfasilitasi nota kesepahaman kemitraan pendistribusian daging antara Perum Badan Urusan Logistik dengan Asosiasi Distributor Daging Indonesia. Pemerintah memfasilitasi nota kesepahaman kemitraan pendistribusian daging antara Perum Badan Urusan Logistik dengan Asosiasi Distributor Daging Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjamin ketersediaan daging sapi beku dengan harga maksimal sebesar Rp80 ribu per kilogram (kg) hingga tahun depan. Salah satu caranya adalah dengan melakukan intervensi harga daging kerbau beku.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan, upaya untuk menjamin ketersediaan tersebut dengan memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman kemitraan pendistribusian daging antara Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI).

"Ada kesepakatan ADDI bertanggung jawab atas penyaluran daging beku di pasar dan penyaluran dimulai di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dulu baru nanti kami lihat sesuai perkembangan," ungkap Enggar, Rabu (21/12).


Enggar menjelaskan, pemerintah tak lupa untuk menjaga keuntungan pedagang meski harga maksimal daging sapi beku ditetapkan sebesar Rp80 ribu per kg. Namun, ia menegaskan, penjual jangan sampai mengambil untung terlalu banyak hingga menyulitkan masyarakat untuk membeli daging beku tersebut.

"Pedagang jangan terlena untuk terbuai keuntungan maksimal yang merugikan masyarakat. Dengan demikian ada kelanggengan usaha, daya beli masyarakat enggak terganggu dan konsumsinya enggak berkurang," ucap Enggar.

Sementara, ADDI akan mendistribusikan daging kerbau hanya dari Bulog sebanyak 100 ribu ton. Bulog sendiri akan menjual daging kerbau beku tersebut dengan Rp55 ribu per kg dengan harapan ADDI akan menjualnya pada harga Rp65 ribu.

"Mungkin diharapkan Rp65 ribu, di lapangan kadang masih lebih, tapi inginnya segitu," ujar Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti secara terpisah.

Sementara itu, Djarot menjelaskan, total realisasi impor daging kerbau hingga saat ini baru terealisasi 48 ribu ton dari total permintaan impor sebesar 70 ribu ton sepanjang tahun ini. Sehingga, Bulog akan meminta izin meneruskan impor tahun depan untuk memasukkan sisa impor sebanyak 22 ribu ton pada tahun depan pada Kemendag.

Djarot sendiri menghitung kebutuhan tahun untuk memasok menjelang Lebaran dibutuhkan pertambahan impor daging beku sebanyak 30 ribu ton. Artinya, Bulog impor kerbau sebanyak 100 ribu ton hingga tahun depan. Di mana impor tersebut berasal dari India.

"Menjelang Lebaran, ini harus dijaga dari sekarang jadi harus punya double amunisi, jadi pas hari H enggak kena bom," jelas Djarot (gir/gir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK