Dalam rangka memperingati Hari Ibu 2016, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berinisiatif mengumpulkan sejumlah tokoh wanita kenamaan di berbagai bidang.
Tujuannya pun jelas. Membahas peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam pengarusutamaan gender.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sri Mulyani, karena masing-masing tokoh memiliki latar belakang yang berbeda, banyak ide-ide yang terlontar untuk mempertajam dimensi gender dalam APBN selama diskusi berlangsung.
Sri Mulyani mengungkapkan, dimensi gender dalam APBN secara khusus tercermin dari alokasi anggaran kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang di antaranya digunakan untuk memberdayaakan perempuan Indonesia, melindungi anak, pencegahan perdagangan manusia, pencegahan kekerasaan dalam rumah tangga. Tahun ini, pagu anggarannya sekitar Rp769,33 miliar.
"Tadi saya bercanda dengan Ibu Yohana (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Kalau diingat tahun 2016, semua anggaran Kementerian/Lembaga bahkan pemerintah daerah dipotong anggarannya. Satu-satunya kementerian yang saya tidak sentuh adalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan, anggarannya kami protect," ujarnya.
"Saya tidak akan memotong bahkan satu rupiah pun dari anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Tentu Ibu Yohana mengatakan anggaran itu masih kurang, semua juga masih kurang," candanya.
Selain itu, dimensi gender juga tercermin dari adanya alokasi dana untuk pendidikan,kesehatan , dan infrastruktur.
Ke depan, Sri Mulyani berjanji akan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut. Dengan demikian, dimensi gender dalam APBN bisa terus dipertajam.
"Kami berjanji untuk memikirkan follow up dari pertemuan ini, sehingga momentum dan diskusi yang kaya serta dalam, bisa dimanfaatkan di dalam lingkup kerja masing-masing," ujarnya.
Dari pantauan CNNIndonesia.com, pertemuan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dan berlangsung sekitar dua jam.
Beberapa tokoh yang menghadiri jamuan tersebut diantaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak YohanaYembise; Komisaris PT Telkom Tbk, Hendri Saparini; Ekonom sekaligus Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Armida Alisjahbana; Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta; dan Ekonom Aviliani.
Selain itu, hadir pula Ketua Umum Indonesia National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto; Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid;Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani; Vice Chairman Martha Tilaar Group Wulan Tilaar. (gir)