KALEIDOSKOP 2016

Bursa Efek Indonesia Tutup 2016 dengan Sejumlah Rekor Baru

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Jumat, 30/12/2016 19:35 WIB
Tahun ini, manajemen mengklaim berhasil membawa BEI menjadi bursa terbaik kelima diantara bursa utama dunia dan tertinggi kedua di Asia Pasifik. Tahun ini, manajemen mengklaim berhasil membawa BEI menjadi bursa terbaik kelima diantara bursa utama dunia dan tertinggi kedua di Asia Pasifik. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mengalami penguatan sebesar 193,36 persen dalam 10 tahun terakhir. Tepat penutupan tahun ini, IHSG ditutup ke level 5.296.

Penutupan tersebut sebenarnya tercatat turun 5,85 poin (0,11 persen) setelah bergerak dalam rentang 5.296-5.334. Namun, jika dilihat secara year to date (Ytd), IHSG mengalami kenaikan 15,32 persen dari akhir tahun lalu di level 4.593.

"Itu poin yang tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia, tertinggi kelima diantara bursa-bursa utama di dunia serta tertinggi kedua di kawasan Asia Pasifik," kata Kepala Divisi Komunikasi BEI Yulianto Aji Sadono, Jumat (30/12).


Sementara, rata-rata nilai transaksi harian hingga perdagangan kemarin tercatat naik 30,03 persen dibandingkan tahun lalu. Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian tumbuh 18,91 persen dan rata-rata volume transaksi harian tumbuh 31,36 persen, sedangkan kapitalisasi pasar naik 18,18 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

BEI juga berhasil meraup dana hingga Rp674,39 triliun dan US$247,5 juta sepanjang 2016. Bila dirinci, dana tersebut terdiri dari aktivitas pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) Rp12,11 triliun dan pencatatan saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) Rp61,85 triliun.

Kemudian, penerbitan waran sebesar Rp1,14 triliun, lalu 84 emisi baru obligasi dan sukuk korporasi yang diterbitkan oleh 56 perusahaan tercatat senilai Rp113,29 triliun dan US$47,5 juta, satu Exchange Traded Fund (ETF) Rp6,3 miliar, dua emisi Efek Beragun Aset (EBA) Rp1,37 triliun, dan 220 seri Surat Berharga Negara (SBN) Rp484,63 triliun dan US$200 juta.

"Sebagian besar dana yang diraih oleh perusahaan di pasar modal digunakan untuk pengembangan usaha dan penambahan modal," jelasnya.

Manajemen BEI optimis raihan dana yang bisa diserok tahun depan dapat meningkat seiring dengan optimisme terhadap pasar modal tahun depan. Raihan dana tersebut dan optimisme BEI pada 2017, diyakini dapat mewujudkan impian BEI untuk menjadi bursa terbesar di Asia Tenggara pada 2020.
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK